Don't forget to rate the movie. Thank you

Alita Battle Angel: Girl Power

Posted 2019/02/09 34 0

Seorang cyborg terbangun dengan tubuh barunya dan ia tidak ingat siapa namanya. Apakah ini Ghost in the Shell jilid kedua? Bukan. Ini adalah Alita Battle Angel, sebuah film Robert yang diadaptasi dari manga karya Yukito Kishiro.

Berbeda dengan adaptasi Ghost in the Shell yang terlalu menganggap dirinya terlalu serius, Alita Battle Angel terasa lebih menghibur dan lebih terasa sebagai produk Hollywood. Ini yang terjadi jika James Cameron jadi produsernya.

Di abad 26, di sebuah kota bernama Iron City kita bertemu dengan Dr Ido (Christoph Waltz), seorang dokter yang sedang mencari spare part bekas. Sebagai dokter yang suka menggratisi pasiennya, ini adalah hal biasa untuknya.

Dan di sanalah dia melihat sesosok cyborg yang ternyata masih hidup. Dr Ido merawatnya dan mengganti tubuhnya dengan tubuh anaknya. Dan ketika si cyborg minta diberi nama, Dr Ido memberikan nama Alita, nama putrinya yang sudah tiada.

Kita menyaksikan Alita beradaptasi. Kita melihat sebuah olahraga berbahaya yang sungguh-sungguh terkenal bernama motorball dan bagaimana Alita langsung terobsesi dengan olahraga tersebut. Di tengah-tengah ia menelusuri dunia baru ini, Alita bertemu dengan Hugo (Keean Johnson), seorang bocah tampan yang baik hati.

Suatu malam, Alita mengetahui rahasia Dr Ido yang ternyata adalah seorang bounty hunter yang tugasnya adalah menangkapi para kriminal. Di sana Alita membantu Dr Ido menghabisi para cyborg.

Di tengah-tengah Alita beraksi, sekilas gambaran muncul di matanya. Ia berada di bulan dan sedang berperang bersama orang-orang lain. Apa ini maksudnya? Dan Alita pun mencoba untuk mencari tahu.

Alita Battle Angel adalah salah satu film yang perjalanannya sangat panjang. Dari awal millenium, setelah kesuksesan Titanic, James Cameron sudah berusaha untuk menjadikan Batlle Angel sebagai filmnya.

Kemudian James Cameron diganggu oleh proyek Avatar-nya. Dan setelah film tersebut sukses, James Cameron diganggu lagi oleh sekuel-sekuelnya yang sudah ia rancang. Akhirnya kursi sutradara berada di tangan Robert Rodriguez.

Battle Angel Alita adalah salah satu film terbaik Rodriguez. Film ini menyenangkan, menghibur dan liar. Film ini tidak semagis atau bahkan sekeren Sin City, tapi setidaknya Alita Battle Angel menunjukkan kembali kemampuan Robert Rodriguez dalam merancang adegan-adegan spektakuler. Terutama adegan-adegan action yang memehuni 70 persen film ini.

Alita Battle Angel, seperti halnya Avatar, menggunakan teknologi motion capture untuk memvisualisasikan tokoh utama dan para cyborg yang ada di film ini. Rosa Salazar nampak percaya diri dan meyakinkan untuk memerankan Alita.

Kita merasakan bahwa permainannya melebihi dari teknologi. Ada roh di balik cyborg tersebut. Penampilan fisik Alita yang sangat manga, lengkap dengan mata besar, memang agak aneh untuk dilihat pertama kali. Namun setelah beberapa saat, Anda akan terbiasa dan justru membuat penonton merasa aneh ketika kita menyaksikan manusia beneran yang ada di film ini.

Meskipun film ini menyenangkan untuk disimak, Alita Battle Angel adalah sebuah film yang agak membingungkan untuk diikuti. Ia terlalu fokus dengan begitu banyak hal sehingga kita tidak pernah tahu jati diri film ini.

Ada momen saat film ini terlalu fokus dengan motorball, ada bagian saat film ini menjadi sebuah film pemberontakan remaja ala Hunger Games dan ada juga saat-saat film ini menjadi film tentang para bounty hunter.

Satu film memang bisa menceritakan apa saja dan ia bebas menjadi apa saja, hanya saja transisi yang ada dalam Alita Battle Angel tidak terlalu mulus untuk bisa menceritakan semua itu dengan effortless.

Yang juga membuat Alita Battle Angel terasa cukup hambar adalah penggambaran karakter-karakter villainnya. Dalam film ini kita mendapatkan Vector (Mahershala Ali) dan Chiren (Jennifer Connelly). Kita tidak pernah tahu apa motivasi sesungguhnya dari mereka untuk menangkap atau membunuh Alita selain pesan dari bos mereka.

Kita tidak pernah tahu dengan jelas positioning mereka di dunia film ini. Tapi yang jelas, mereka menuruti kata bos mereka dengan baik sehingga Alita terus menerus bertemu dengan cyborg pembunuh seperti Zapan (Ed Skrein), Nyssiana (Eiza Gonzales) dan Grewishka (Jackie Earle Haley).

Selain itu, banyak momen dalam Alita Battle Angel yang terasa tidak lengkap. Tempo film ini memang pas dan berjalan dengan cepat tapi ada momen-momen yang terasa kosong. Skrip yang ditulis James Cameron dan Laeta Kalogridis seolah-olah dipotong di beberapa adegan.

Alita Battle Angel paling menyenangkan ketika Alita sudah bersemangat untuk berperang. Setiap adegan aksi yang dipertontonkan di film ini akan membuat Anda duduk menyeringai dengan senang. Tapi sayangnya, kesenangan berhenti sampai di sana.

Dengan nama-nama seperti Robert Rodriguez dan James Cameron, banyak yang berharap bahwa film ini menjadi lebih dari sekedar film blockbuster. Tapi setidaknya, tidak seperti Ghost in the Shell, film ini menunjukkan bagaimana cara mengadaptasi manga dengan hormat.