Don't forget to rate the movie. Thank you

Review Hidup Zombieland Double Tap

Posted 2019/10/29 11 0

Sepuluh tahun termasuk waktu nun lumayan jenjang untuk periode penantian keikhlasan babak susulan dari bioskop sukses. Manalagi, mengingat gairah perfilman Hollywood masa kini, dengan bergerak super cepat mulai tren cinematic universe sejak mengemuka. Pendapat itu sedang yang dirasakan kalangan penyuka Zombieland.

Wangsa penikmat gambar pasti mufakat kalau bila pertama kali dirilis satu sepuluh tahun lalu, Zombieland adalah seimbang sajian produktif. Tidak selalu untuk semata-mata film bertajuk zombie, terutama sekaligus kepada genre kerja, horor, maka komedi. Menggiring konsep kreasi tentang orang2 biasa berderai-derai terpaksa layak bertahan terang dari endemi zombie berskala global, Zombieland berhasil menghadiahkan suatu gambar menarik juga mengombinasikan potongan aksi, kecemasan, dan penggeli segar.

Layarlebar

Lamun dirilis lima tahun pasca- Shaun of the Dead (yang merasakan formula setengah sama-red), bioskop garapan Ruben Fleischer nan skripnya dikerjakan Rhett Reese dan Paul Wernick terkait sarat terobosan “out of the box” dan anasir meta bercucuran cerdas juga segar, menguntungkan itu menanggung sebagian model penuturan kisahnya yang menyempit tutorial (lengkap dengan segi visual porakporanda eye catching) hingga penggunaan unsur lawak dengan rekomendasi budaya update dunia terlihat. Tidak sahaja itu terus-menerus, kualitas Zombieland makin mengilap berkat prestasi akting 4 pemain utamanya, Jesse Eisenberg, Emma Stone, Woody Harrelson, dan Abigail Breslin yang bukan tidak hanya cakap melakoni oknum masing-masing tapi juga mereka cipta chemistry porakporanda teramat majelis.

Dengan taksiran produksi melekat kisaran $20 juta, Zombieland mampu merebut $102 juta. Meski serupa itu, tidak penaka kebanyakan gambar sukses rilisan abad ke-21 lainnya, petualangan terjal wajib, dilalui terlebih dahulu sempadan akhirnya bioskop babak lanjutannya baru dapat terealisasi kini.

Layarlebar

Dengan setting waktu selevel dengan mendepangkan dengan gambar pertamanya, Zombieland: Double Tap dibuka via narasi yg dituturkan sebab Columbus bakal menghubungkan bioskop keduanya di sini dengan penggalan pertamanya, salah-satunya evolusi banyak zombie. Sesudah satu sepuluh tahun, Tallahassee, Columbus, Wichita, beserta Little Rock telah memiliki semakin mahir dalam putar belit berurusan menggunakan zombie.

Teng-karah mulai jirus saat Little Rock nun mulai berpindah remaja mencabuli ingin sampai-sampai diperlakukan demi anak miskin dan gemar menemukan sobat sebayanya, tentatif Wichita terlebih takut serta Columbus mau hubungan meronce lebih urgen. Keduanya menentukan pergi. Meskipun, kesal, Tallahassee dan Columbus tidak mampu berbuat bilangan selain menurunkan hidup meronce.

Layarlebar

Satu merah berlalu, masa mengeksplorasi 1 buah mal, Columbus berjumpa sementara Madison, seorang gadis penyintas lain, demi dengan lajak mereka bertugas dekat. Terpaksa saat menyusul Wichita tahu-tahu kembali, Columbus berada bermutu situasi nan kompleks. Wichita kemudian menuturkan bahwa si adik berangkat dengan seorang pria remaja hippie, Berkeley. Khawatir sementara keselamatan Little Rock, merepresentasikan memutuskan utk pergi ke wilayah yang ditujunya, Graceland.

Meskipun sempat tersekat selama eka dekade, , banyak nun skeptis seraya biasanya sekuel yang kepunyaan rentang waktu larut dengan hidup pertamanya sebangun dengan perkiraan yang nista, Zombieland: Double Tap pasti dapat terhindar dari generalisasi demikian. Semu daya ini dikarenakan, meski saat dibandingkan berdasarkan babak pertamanya ada terbatas penurunan (terutama plotnya berambai-ambai sedikit kacau-red) film sedemikian rupa masih abadi terasa serupa aksi banyolan menghibur yg cerdas, sebagai halnya reputasi berderai-derai disandang gambar pertamanya lepas.

Seperti halnya sekuel pada kebanyakan, dalam Zombieland: Double Tap terlihat kategoris pihak perencana berusaha mengeraskan skalanya, seraya pengadaan menggotong nama-nama bahasa mentereng: Tasbih Dawson, Zoey Deutch, Thomas Middleditch, serta Luke Wilson. Dan, senyatanya beberapa kemuliaan ini makmur mencuri menggubris, khususnya Deutch yang berkedudukan sebagai ‘dumb blonde’ Madison, yang agaknya layak dikenal sebagai scene stealer hidup ini. Serta, untuk tokoh lamanya, siapa tahu dibilang gaya mereka nyaris tanpa umpat, dengan mencemari terasa sungguh adanya jejak kesulitan menyatu ke huruf yang meronce mainkan kepala dekade mudik.

Layarlebar

Secara menyeluruh, Zombieland: Double Tap tergolong film sekuel yang melipur sebagai susulan Zombieland, sementara sajian lelucon dan pangsa horor dagelan cerdas yang beda. Film sedemikian memiliki jumlah adegan kocak segar, atas penokohan, status, tren pranata populer, masuk inside joke yang sebelumnya diperkenalkan rapat film sebelumnya.

Film seadanya juga meraih banyak tumpuan terhadap gambar pertamanya porakporanda akan mencengangkan para penggemar beratnya (jangan buru-buru berdenyut hingga end credit scene berakhir-red), akan tetapi juga selalu bisa diikuti dengan encer oleh tempat luak audiens yg baru mengikutinya. Pendeknya, untuk fans Zombieland, penyuka bioskop tentang zombie, maupun siapapun yang minat dengan hidup sekuel sedemikian rupa, Double Tap tetap kasih untuk dilewatkan begitu saja. Zombieland: Double Tap akan per rilis saksama di hidup tanah air dikala tanggal 23 Oktober 2019.